sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Krakatau Steel (KRAS) Raih Rp130 Miliar dari Sewakan Lahan 6 Ha ke Cabot

Market news editor Rahmat Fiansyah
05/10/2026 16:05 WIB
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS (KRAS) meraih tambahan pendapatan dari penyewaan lahan kepada pihak ketiga.
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS (KRAS) meraih tambahan pendapatan dari penyewaan lahan kepada pihak ketiga. (Foto: Ist)
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS (KRAS) meraih tambahan pendapatan dari penyewaan lahan kepada pihak ketiga. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KS (KRAS) meraih tambahan pendapatan dari penyewaan lahan kepada pihak ketiga. Pendapatan ekstra ini diharapkan dapat memperbaiki arus kas perseroan.

Pada 30 September 2026, KS dan PT Cabot Indonesia meneken kerja sama pendayagunaan aktiva tetap. Dalam hal ini, perseroan memberikan hak kepada Cabot untuk mengelola lahan seluas 6 hektare (ha).

Lahan tersebut memiliki Sertifikat Hak Pengelolaan (HPL) Nomor 15 atas nama PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI). Sementara KSI merupakan anak usaha yang 99,99 persen sahamnya dimiliki oleh KS.

"Nilai transaksi Rp130,74 miliar," kata Plt Corporate Secretary PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Rachman Hidayat dalam keterbukaan informasi, Senin (5/10/2026).

Dengan transaksi ini, perolehan dana akan digunakan untuk memenuhi kewajiban perseroan terkait restrukturisasi kredit serta kegiatan operasional.

Sebagai informasi, Cabot merupakan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yang bergerak di bidang industri kimia. Perusahaan yang beroperasi di Cilegon, Banten sejak 30 tahun lalu itu memproduksi bahan utama untuk ban seperti carbon black dan black masterbatch.

Sementara itu, hingga akhir Juni 2026, arus kas KS masih tertekan. Arus kas dari aktivitas operasi minus USD156,9 juta, meningkat dibandingkan semester I-2025 yang negatif USD32,8 juta. Hal ini terjadi karena tingginya angka pembayaran kepada pemasok dan karyawan.

Sementara dari sisi laba rugi, BUMN baja itu mencatatkan laba bersih USD9,17 juta. Perbaikan tersebut terutama disebabkan oleh pencatatan keuntungan  atas penyelesaian kewajiban dipercepat dengan keringanan (haircut) atas utang restrukturisasi sebesar USD27,19 juta. 

Restrukturisasi tersebut menekan beban keuangan KS sebesar 32,7 persen menjadi USD47,35 juta dari USD70,35 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement