Di sisi lain, anak usaha TUGU juga mulai memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan kinerja. Segmen usaha rental kendaraan dan jasa menunjukkan perkembangan yang positif dengan tumbuh 24,6 persen menjadi Rp321,3 miliar dan mampu menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus memperkuat diversifikasi bisnis di luar kegiatan asuransi inti.
Meski demikian, pendapatan investasi mengalami penurunan menjadi Rp140,5 miliar dari Rp317,1 miliar pada semester pertama 2025. Kinerja investasi tersebut masih dipengaruhi kondisi pasar keuangan yang cenderung berfluktuasi sepanjang periode berjalan, terutama pada instrumen keuangan yang sensitif terhadap perubahan suku bunga dan volatilitas pasar.
Kendati hasil investasi melemah, kuatnya kinerja underwriting mampu mengompensasi tekanan tersebut. Hal ini tercermin dari laba sebelum pajak yang meningkat 47,8 persen menjadi Rp554,8 miliar, menunjukkan bahwa pertumbuhan laba semakin ditopang oleh bisnis operasional dibandingkan keuntungan investasi.
Yosua Zisokhi menilai kinerja semester pertama 2026 menunjukkan kualitas laba TUGU yang tetap terjaga optimal. Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir investor sering menilai perusahaan asuransi berdasarkan besarnya hasil investasi, namun pada periode ini sumber pertumbuhan justru bergeser ke bisnis inti.
"Perbaikan underwriting menjadi sinyal yang lebih positif dibanding sekadar kenaikan laba. Ketika insurance service result tumbuh jauh lebih cepat dibanding pendapatan, berarti perusahaan semakin efisien dalam mengelola risiko sekaligus meningkatkan kualitas portofolio bisnisnya," ujar Yosua Zisokhi.