Selama mampu mempertahankan level Rp3.750 sebagai area support baru, BRI Danareksa memperkirakan TINS berpeluang melanjutkan penguatan menuju target resistance di Rp4.180.
Jika momentum tetap terjaga, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan hingga kisaran Rp4.430.
Optimisme tersebut turut diperkuat oleh kinerja fundamental perseroan.
Sepanjang semester I-2026, TINS membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 805 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dari estimasi laba bersih TINS untuk sepanjang 2026.
Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) timah, peningkatan volume penjualan, serta ekspansi margin laba yang lebih tinggi.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari pasar global.
Harga timah tiga bulan di London Metal Exchange (LME) mendekati USD55.000 per ton setelah operasi Yinman Mine milik Xingye Silver & Tin di China dihentikan sementara akibat insiden keselamatan.