Sementara itu, saham TFCO disuspensi mulai Rabu (14/10/2026) setelah harga saham produsen serat sintetis itu melonjak signifikan.
Pada perdagangan terakhir sebelum suspensi, Selasa (13/10/2026), saham TFCO ditutup melonjak 24,90 persen ke level Rp1.605 per saham, dari Rp1.285 pada penutupan sehari sebelumnya.
Usai gembok dibuka, saham BSWD melesat 25 persen ke Rp4.500 atau kembali ARA pada Kamis (15/10/2026) dengan mengakumulasi kenaikan 200 persen dalam satu bulan.
TFCO juga mencatatkan ARA dengan melonjak 24,61 persen ke Rp2.000 atau melesat 150 persen dalam satu bulan.
(DESI ANGRIANI)