sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Manfaatkan Air Laut, Ini Proyek Terbaru Krakatau Steel dan Chandra Asri

Market news editor Fahmi Abidin
19/06/2019 11:45 WIB
PT Krakatau Tirta Industri (KTI), sepakat jalin kerjasama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dalam proyek pemanfaatan air laut untuk produksi air industri
Manfaatkan Air Laut, Ini Proyek Terbaru Krakatau Steel dan Chandra Asri. (Foto: Ist)
Manfaatkan Air Laut, Ini Proyek Terbaru Krakatau Steel dan Chandra Asri. (Foto: Ist)

IDXChannel - Anak usaha PT Krakatau Steel yang bergerak di pengolahan air PT Krakatau Tirta Industri (KTI), sepakat jalin kerja sama kerjasama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dalam proyek pemanfaatan air laut untuk produksi air industri.

Langkah ini ditempuh guna turut menyukseskan rencana pemerintah yang tengah gencar melaksanakan pembangunan di bidang infrastruktur serta membuka akses pengembangan industri di seluruh wilayah Indonesia.

"Proyek pemanfaatan air laut ini diharapkan menjadi langkah yang efektif untuk memenuhi kebutuhan air bagi kebutuhan industri di Provinsi Banten khususnya bagi Chanrda Asri. Ini adalah strategi baru perseroan untuk mendorong perkembangan bisnis anak usaha yang berpotensi," ujar Silmy Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Jakarta (18/6).

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama KTI Agus Nizar Vidiansyah menjabarkan, proyek pengolahan air laut ini akan menjadi salah satu sarana pengolahan air laut terbesar di Indonesia. Karena memiliki kapasitas produksi sebesar 800-1000 liter per detik dengan valuasi nilai proyek mencapai hampir Rp1,5 triliun. Proyek ini direncanakan mulai beroperasi tahun 2022.

Selain di wilayah Banten, KTI juga telah berekspansi ke wilayah Gresik, Jawa Timur, lewat tender pembangunan dan pengoperasian Sistem Pengolahan Air Minum yang digagas PDAM Giri Tirta Gresik tahun 2018. Proyek ini akan memiliki kapasitas 1.000 liter per detik dengan nilai investasi Rp 618 miliar.

Pada 2018, KTI memperoleh laba bersih sebesar Rp 161 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga Rp 163 miliar pada 2019. Sementara untuk kapasitas air produksi saat ini mencapai 2.400 liter per detik dengan target kapasitas air produksi sebesar 3.500 liter per detik di 2024. (*)

Advertisement
Advertisement