sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

MAP Aktif (MAPA) Kantongi Laba Rp473 Miliar Kuartal I-2026, Naik 39 Persen

Market news editor Desi Angriani
03/05/2026 15:03 WIB
Pendapatan perseroan juga tumbuh 14,7 persen dari 4,3 triliun menjadi Rp5 triliun.
MAP Aktif (MAPA) Kantongi Laba Rp473 Miliar Kuartal I-2026, Naik 39 Persen (Foto: dok Lippo Mall Kemang)
MAP Aktif (MAPA) Kantongi Laba Rp473 Miliar Kuartal I-2026, Naik 39 Persen (Foto: dok Lippo Mall Kemang)

IDXChannel - PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencatatkan kenaikan laba bersih 39,6 persen menjadi Rp473 miliar pada kuartal I-2026 dari periode yang saham tahun sebelumnya Rp340 miliar.

Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan juga tumbuh 14,7 persen dari 4,3 triliun menjadi Rp5 triliun. 

“Kami merasa termotivasi atas kinerja awal tahun yang solid, dengan meningkatnya minat konsumen pada brand-brand kami yang didukung oleh periode Lebaran," ujar VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group Ratih D. Gianda Ratih D. Gianda dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/4/2026).

Laba kotor mencapai Rp2,4 triliun dengan margin yang naik ke level 48 persen. Sementara itu, laba usaha meningkat 28,9 persen ke Rp603 miliar dengan EBITDA mencapai Rp991 miliar. 

Ratih mengungkapkan, perseroan akan fokus pada peningkatan efisiensi melalui optimalisasi inventory dan pengelolaan biaya, serta back-end process yang mendukung. 

"Kami tetap memperhatikan situasi global, termasuk ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, tekanan biaya, dan volatilitas mata uang," tutur dia.

MAPA mengelola lebih dari 40 brand eksklusif di lebih dari 2.200 gerai dan 30 situs online (termasuk MAPCLUB). 

Tiga segmen bisnis utama perusahaan adalah produk Sports, Leisure dan Kids, yang dijual melalui format gerai mono-brand dan multi-brand, termasuk Planet Sports.Asia, Sports StaFon, Foot Locker, Sports Direct, Golf House, dan Kidz Station.

Per 31 Maret 2026, total aset MAPA mencapai Rp14,56 triliun, dengan jumlah liabilitas Rp5,2 triliun dan ekuitas Rp9,2 triliun.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement