IDXChannel - PT Medela Potentia Tbk (MDLA) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan (alkes) nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Melalui anak usahanya, PT Dekametrik Medica, perseroan memacu produksi alkes dalam negeri guna memenuhi ambang batas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Fasilitas manufaktur yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang tersebut memfokuskan produksi pada segmen wound care (perawatan luka) serta perlengkapan ruang operasi dengan merek Stardek.
Investor Relations PT Medela Potentia Tbk, Haris Lesmana menyampaikan, kehadiran fasilitas manufaktur ini merupakan langkah strategis perseroan dalam merespons kebijakan pemerintah terkait prioritas belanja produk kesehatan dalam negeri.
"Dekametrik Medica dibangun untuk memperkuat produk on-brand kami dengan merek Stardek, sekaligus menjadi jawaban atas isu ketergantungan terhadap produk impor. Dengan diproduksi di dalam negeri, produk kami dapat memenuhi syarat minimum TKDN sebesar 40 persen sehingga bisa masuk ke dalam sistem e-katalog," ujar Haris dalam pemaparan Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).
Fasilitas produksi Dekametrik Medica telah mengantongi sertifikasi ISO 13485, yakni standar internasional untuk sistem manajemen mutu industri perangkat medis. Standar ini tidak hanya memenuhi kualifikasi belanja pemerintah, tetapi juga membuka peluang ekspansi ekspor serta kerja sama toll manufacturing dengan perusahaan alkes global.
Selain penguatan manufaktur lokal, perseroan juga menopang rantai pasok alkes dan obat-obatan nasional melalui jaringan anak usaha PT Anugerah Agung Medika (AAM) serta lini pemasaran PT Jembatan Dua. Saat ini, perseroan mengelola 2 National Distribution Center dan 35 gudang cabang yang menjangkau lebih dari 23 ribu apotek, 3 ribu rumah sakit, dan 3.500 klinik di seluruh Indonesia.
Guna menunjang kapasitas distribusi, Medela Potentia juga tengah merampungkan pembangunan gudang cabang baru seluas 9.000 meter persegi di Medan yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2026, serta menyiapkan akuisisi gudang pusat baru di Cikarang seluas 10.000 meter persegi.
Penguatan penetrasi produk alkes lokal bersertifikasi yang ditopang oleh ekspansi infrastruktur logistik ini diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru bagi perseroan di tengah upaya pemerintah menggenjot efisiensi belanja kesehatan nasional.
(Rahmat Fiansyah/Sheqilla Sukma)