IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE (PGEO) menegaskan kesiapan energi panas bumi sebagai sumber listrik baseload energi baru terbarukan (EBT) untuk menopang pertumbuhan pusat data (data center) dan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia tengah memasuki era transformasi digital yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan pusat data. Perkembangan ini didukung oleh 235,26 juta pengguna internet dan 185 fasilitas pusat data yang diperkirakan terus bertambah hingga 2029/2030.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani menjelaskan, kebutuhan pusat data dan AI factory memiliki karakteristik yang sangat spesifik, yakni membutuhkan pasokan listrik yang stabil, tersedia selama 24 jam, sekaligus bersih. Karakteristik tersebut sulit dipenuhi oleh sumber energi terbarukan yang bersifat intermiten.
“Pusat data membutuhkan listrik yang andal dan hijau sekaligus. Panas bumi adalah energi domestik yang bersih dan mampu beroperasi sebagai baseload sepanjang waktu, sehingga sangat cocok menjadi tulang punggung green data center di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa (8/9/2026).
Dia menambahkan, PGE telah memulai langkah konkret melalui kajian pengembangan elektrifikasi green data center dengan energi panas bumi di Area Kamojang, Jawa Barat. Proyek tersebut dirancang sebagai proyek percontohan dan proof of concept untuk memvalidasi model bisnis, menjajaki kebutuhan calon pengguna, serta menyiapkan pasar.