Dari sisi valuasi, pasar saham Indonesia juga mulai menawarkan daya tarik. Setelah sempat terkoreksi ke level terendah sejak pandemi, valuasi IHSG kini berada di kisaran 13-14 kali price to earnings (PE), atau berada pada area yang secara historis menarik.
Kiwoom menyebut Indonesia masih memiliki daya tarik struktural sebagai salah satu tujuan investasi jangka panjang di ASEAN alis ‘Fabulous Five’ bersama Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Dengan populasi hampir 300 juta jiwa, sumber daya alam strategis, serta pasar domestik terbesar di kawasan, Indonesia dinilai tetap memiliki peluang menarik bagi investor global.
Pasar kini menunggu sejumlah katalis penting, terutama hasil MSCI Market Accessibility Review pada 19 Juni 2026 dan FTSE Russell Rebalancing pada 22 Juni 2026. Jika hasil evaluasi tersebut memberikan sinyal positif terkait aksesibilitas pasar dan tata kelola, arus dana asing berpotensi kembali masuk.
"Foreign outflow memang masih berlanjut, namun secara historis hal tersebut tidak otomatis membatalkan peluang terbentuknya market bottom," ujar Kiwoom.