Penurunan target IHSG juga mencerminkan premi risiko yang masih tinggi.
RHB Sekuritas menggunakan tolok ukur valuasi minus dua standar deviasi (-2SD) dalam penilaian pasar, yang menggambarkan tingginya kehati-hatian investor terhadap risiko.
Dari sisi makroekonomi, RHB Sekuritas memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada 2026, dengan inflasi 3,2 persen, suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 6 persen, serta nilai tukar rupiah di level Rp17.715 per USD.
Investasi diperkirakan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, didukung hilirisasi industri, ekspansi manufaktur, dan pembangunan infrastruktur digital.
Namun, realisasi proyek secara tepat waktu menjadi faktor penting agar investasi dapat memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian.
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga yang masih lesu membatasi ruang pemulihan ekonomi secara lebih luas.