sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Modal Asing Keluar Efek Sentimen MSCI, BI Jamin Ketersediaan Likuiditas dan Nilai Tukar Rupiah

Market news editor Rohman Wibowo
23/10/2026 13:22 WIB
BI memastikan ketersediaan likuiditas rupiah tetap memadai serta menyiagakan instrumen operasi pasar demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Modal Asing Keluar Efek Sentimen MSCI, BI Jamin Ketersediaan Likuiditas dan Nilai Tukar Rupiah. (Foto Rohman W/IMG)
Modal Asing Keluar Efek Sentimen MSCI, BI Jamin Ketersediaan Likuiditas dan Nilai Tukar Rupiah. (Foto Rohman W/IMG)

Menghadapi tekanan pelepasan aset tersebut, BI menyiapkan dua lapis respons strategis. Pada lapis pertama, bank sentral menjamin pemenuhan pasokan likuiditas rupiah agar seluruh penyelesaian transaksi perdagangan di pasar finansial tetap berjalan lancar tanpa mengalami kendala likuiditas.

Selain mengamankan ketersediaan dana di pasar uang, otoritas moneter bersiap meredam rambatan pelepasan aset asing terhadap stabilitas nilai tukar. BI membiarkan mekanisme pasar bekerja normal jika pasokan dan permintaan valuta asing berimbang, namun siap melakukan intervensi bila pergerakan kurs melampaui batas kewajaran.

"Kalau supply dan demand ketemu di pasar, ada yang mau beli dan jual valas, be it. Namun, seandainya rambatan outflow memicu volatilitas nilai tukar di luar toleransi, kami akan respons dengan operasi moneter," kata Erwin.

Dalam menjalankan operasi moneter tersebut, BI memadukan instrumen lindung nilai dan pasokan devisa langsung. Bagi investor yang belum berniat merepatriasi dananya ke luar negeri, BI menyediakan instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk mengunci risiko kurs, sedangkan permintaan penarikan dana valas seketika diakomodasi melalui intervensi di pasar spot.

Menurutnya, pelemahan rupiah akibat tekanan jual jangka pendek tersebut dipandang masih dalam batas daya tahan makro ekonomi nasional. Erwin optimistis guncangan sentimen eksternal ini akan mereda seiring proses penyesuaian yang tengah berlangsung di kalangan pelaku pasar keuangan.

"Pergerakan nilai tukar masih manageable dan tidak berlebihan, meski sempat melemah di atas Rp16 ribu per USD. Kami kelola dengan baik dan mudah-mudahan shock-nya mulai di-digest oleh pelaku pasar," ujar Erwin.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement