Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup naik 1,68 persen pada sesi perdagangan pagi di level 104.970 yuan atau setara USD15.046,44 per metrik ton, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 105.650 yuan.
Sementara itu, kontrak tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,55 persen menjadi USD13.367,5 per ton pada pukul 10.40 WIB, sedikit turun dari rekor intraday di USD13.400 per ton.
Ketahanan harga tembaga ditopang oleh gangguan operasional tambang, kekhawatiran defisit pasokan tahun ini, serta aliran tembaga ke AS menjelang potensi penerapan tarif, yang memperketat pasokan di wilayah lain.
Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyerukan warga Iran untuk terus melakukan aksi protes dan menyatakan bantuan sedang dalam perjalanan.
Pernyataan tersebut memicu peningkatan kekhawatiran geopolitik, mendorong sebagian investor beralih ke komoditas dengan fundamental kuat seperti tembaga dan timah, menurut analis.