IDXChannel - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menilai pengumuman rebalancing indeks yang dilakukan oleh penyedia provider global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada November tidak berdampak dalam terhadap pasar.
Hasan mengatakan, berdasarkan hasil penilaian atau evaluasi yang dilakukan secara mandiri oleh OJK, mengarah pada kemungkinan kecil MSCI untuk mengeluarkan saham-saham Indonesia dari konstituen indeksnya pada pengumuman November mendatang.
"Kalau secara counter-calculation kita mencoba menghitung dengan self-assessment, rasanya ruang untuk keluarnya saham-saham tersebut dari indeks menjadi jauh lebih terbatas dibandingkan sebelumnya. Jadi mudah-mudahan dampaknya terhadap pasar kita sudah sangat terbatas dibandingkan periode awal dan pertengahan tahun," kata Hasan saat ditemui usai acara Market Insight 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Hasan mengatakan asumsi tersebut berdasar dengan sejumlah rentetan agenda transformasi integritas pasar modal yang selama ini telah dilakukan dan masih dijalankan. Seperti pengungkapan data kepemilikan saham di atas 1 persen, kepemilikan saham terkonsentrasi, perluasan klasifikasi investor menjadi 27 sub tipe, hingga peningkatan free float menjadi 15 persen.
"Secara kuantitatif kalau ditanyakan, kita sudah berada di jalur yang tepat. Kita sudah menghadirkan tuntutan utama mereka berupa transparansi yang bisa dikomparasikan. Kami bisa menyatakan bahwa pasar modal Indonesia saat ini mungkin menjadi salah satu pasar yang menghadirkan tingkat transparansi paling lengkap dan agresif dalam konteks kategori transparansi yang dituntut," lanjut Hasan.