sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OJK Sebut Gen Z dan Milenial Dominasi Pasar Modal, Jumlah Investor Tembus 32 Juta

Market news editor Anggie Ariesta
14/10/2026 19:16 WIB
OJK mencatat dominasi kelompok generasi muda, khususnya milenial dan generasi Z, dalam komposisi investor pasar modal Indonesia sepanjang 2026.
OJK Sebut Gen Z dan Milenial Dominasi Pasar Modal, Jumlah Investor Tembus 32 Juta. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)
OJK Sebut Gen Z dan Milenial Dominasi Pasar Modal, Jumlah Investor Tembus 32 Juta. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dominasi kelompok generasi muda, khususnya milenial dan generasi Z, dalam komposisi investor pasar modal Indonesia sepanjang 2026.

Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek (DPLE) OJK, Edi Broto Suwarno menjelaskan, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Agustus 2026, jumlah investor pasar modal telah menyentuh angka 31,14 juta investor.

Dilihat dari demografi, sekitar 55,25 persen investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun. Jika digabungkan dengan kelompok usia 31-40 tahun, porsinya mendominasi hingga lebih dari 80,64 persen dari total keseluruhan investor.

“Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia saat ini semakin dekat dengan generasi muda kita,” jelas Edi dalam sambutannya di acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Pertumbuhan basis investor ini terus berlanjut pada bulan berikutnya. OJK mencatat jumlah entitas tunggal investor (single investor identification/SID) berhasil menembus 32,17 juta hingga akhir September 2026.

“Penambahan investor tercatat sebanyak 1,03 juta di September 2026 secara bulanan. Sehingga jumlah investor telah mencapai angka 32,17 juta atau telah tumbuh 57,96 persen secara year-to-date di 2026,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam taklimat media secara daring, Senin (5/10/2026).

Dari aspek pemahaman keuangan, Edi menyoroti data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menunjukkan indeks literasi dan inklusi kelompok usia 26–35 tahun berada di posisi tertinggi, yaitu masing-masing 78,70 persen dan 96,27 persen.

Meski demikian, indeks literasi dan inklusi khusus pada sektor pasar modal masih terbilang relatif rendah, yakni masing-masing baru menyentuh 17,78 persen dan 1,34 persen.

Edi menekankan bahwa pesatnya lonjakan jumlah investor idealnya dibarengi dengan peningkatan kualitas literasi serta pemahaman atas risiko instrumen investasi. Untuk itu, OJK secara konsisten menggelar program edukasi dan sosialisasi terpadu di berbagai daerah.

“Kami ada sosialisasi terpadu, memang untuk beberapa tempat yang jauh dari pusat kegiatan di bidang pasar modal, khususnya mungkin pemahamannya masih belum komprehensif, walaupun sudah melakukan investasi, terutama terkait produk baru itu masih perlu ditingkatkan,” ujar Edi. (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement