Selain itu, RANS juga menekan beban penjualan dan administrasi, sehingga laba operasional naik 25 persen menjadi Rp33,6 miliar. Kenaikan laba operasional ini mencerminkan langkah efisiensi yang dijalankan perseroan dapat meningkatkan profitabilitas.
Selain itu, RANS juga mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp31,6 miliar. Alhasil, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 12,5 persen menjadi Rp25,6 miliar.
Dari laporan arus kas (cashflow), kinerja RANS juga cukup solid. Arus kas dari aktivitas operasi melesat 73 persen menjadi Rp35,7 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Kenaikan tajam ini berasal dari pertumbuhan penerimaan kas dari pelanggan serta efisiensi pembayaran kepada pemasok dan karyawan meski operasional dan pajak meningkat.
Pada periode ini, RANS juga memberikan dividen tunai untuk pemegang saham sebelum IPO sebesar Rp19,5 miliar dan membayar utang Rp6,75 miliar. Dengan begitu, kenaikan kas dalam enam bulan hanya sebesar Rp8,4 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang meningkat Rp55,3 miliar.
Hingga 30 Juni 2026, posisi kas dan setara kas mencapai Rp108,5 miliar. Piutang usaha turun tipis menjadi Rp94,1 miliar. Secara keseluruhan, aset tetap stabil di angka Rp461 miliar dengan porsi aset tetap menjadi yang terbesar sekitar Rp146,9 miliar.