Perseroan mencatat pembayaran pinjaman bank jangka panjang mencapai Rp701,39 miliar, naik 78,18 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp393,65 miliar. Sementara itu, total pembayaran beban keuangan meningkat dari Rp1,02 triliun menjadi Rp1,06 triliun.
Di sisi lain, manajemen menyebut beban keuangan perseroan telah ditekan menjadi Rp2,79 triliun. Waskita juga berhasil mengurangi total utang sebesar 20,8 persen sejak akhir 2023, dari sekitar Rp84 triliun menjadi Rp66,5 triliun.
"Manajemen Waskita Karya juga berhasil menurunkan beban keuangan menjadi Rp2,79 triliun. Kami akan terus berusaha membayar utang atau kewajiban perusahaan, agar beban keuangan bisa semakin ditekan," kata Steven.
Perseroan turut menyelesaikan seluruh kewajiban pajak yang telah jatuh tempo sejak restrukturisasi berlaku efektif. Selain itu, pada September 2026, Waskita memperoleh persetujuan restrukturisasi Obligasi III Tahap IV Tahun 2024, yang dinilai memperbesar peluang pembukaan suspensi perdagangan saham perseroan.
Ke depan, Waskita akan memprioritaskan pemulihan operasional dengan kembali berfokus pada bisnis inti sebagai kontraktor murni. Perseroan juga akan mengutamakan proyek dengan skema pembayaran bulanan dan menghindari skema turnkey untuk menjaga stabilitas modal kerja.
(Rahmat Fiansyah)