Padahal sebelum IPO pada 2003, Bank Mandiri yang merupakan merger empat bank, Bank Bumi Daya, Bank Exim, Bank Dagang Negara dan Bank Pembangunan Indonesia, tercatat masih memiliki utang hingga Rp68 triliun. Termasuk dalam BUMN perbankan ini, adalah Bank BNI.
Di luar perbankan, Pertamina Geothermal Energy yang baru saja IPO Februari 2023, juga tak kalah moncer.
Terkait hal itu, sebelumnya Reza pernah menyoroti keberhasilan PGE yang membalikkan kondisi modal kerja (working capital) menjadi surplus. Padahal, sebelum IPO, masih minus USD424.475.
Menurut Reza, upaya PGE dalam mendorong working capital menjadi positif layak diapresiasi lantaran hal tersebut merupakan sinyal awal bahwa kondisi keuangan perusahaan dalam kondisi sehat dan dikelola dengan cukup bijaksana (prudent).
Tinggal tantangannya, kata Reza ketika itu, bagaimana PGE bisa menjaga agar working capital terus terjaga dan makin membaik pada triwulan-triwulan selanjutnya.
Bagaimana dengan BUMN dan anak BUMN lain? Tak kalah menggembirakan. Berdasarkan laporan keuangan Aneka Tambang, Bukit Asam, Jasa Marga, Dayamitra Telekomunikasi, dan Telkom, semua menunjukkan kinerja sangat positif.