Penambahan armada tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga keberlanjutan kegiatan operasional di tengah dinamika industri angkutan laut dan dry bulk. Sebelumnya, jumlah armada IMC Pelita Logistik tercatat sebanyak 48 unit pada akhir 2025.
Sepanjang 2025, perseroan mencatat volume kargo yang diangkut mencapai 13,9 juta metrik ton. Angka tersebut turun dibandingkan 21 juta metrik ton pada 2024, seiring dengan penurunan pendapatan usaha menjadi USD57,1 juta dari USD81,2 juta.
Kinerja perseroan masih menghadapi tekanan pada 2026. Hingga Semester I-2026, pendapatan tercatat Rp380,8 miliar, turun 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp469,9 miliar. EBITDA juga turun 40,2 persen menjadi Rp73,8 miliar dari Rp123,5 miliar.
Pada periode yang sama, IMC Pelita Logistik membukukan rugi bersih Rp33,9 miliar. Kondisi ini berbalik dari laba bersih Rp24,9 miliar tang diraih pada semester I-2025.
Dengan penambahan enam kapal tersebut, perseroan memiliki tambahan kapasitas dan fleksibilitas untuk mengalokasikan armada berdasarkan kebutuhan pelanggan. Perseroan juga akan menyesuaikan pelaksanaan peremajaan berikutnya dengan perkembangan pasar dan kebutuhan operasional sehingga investasi armada tetap sejalan dengan prospek bisnis.
(Rahmat Fiansyah)