IDXChannel - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau GMF (GMFI), bagian dari Garuda Indonesia Group, memperkuat kapabilitas perseroan dalam mengembangkan layanan maintenance, repair, overhaul (MRO) di Asia Pasifik. Langkah tersebut dilakukan dengan menandatangani kemitraan strategis dalam ajang MRO Asia-Pacific 2026 di Singapore EXPO.
GMFI memperkuat sejumlah kerja sama dengan sejumlah pelaku industri penerbangan. Salah satunya dengan FTAI Aviation Ltd. (FTAI), perusahaan Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada penyediaan mesin pesawat untuk mengembangkan bisnis perawatan mesin (engine) dan Auxiliary Power Unit (APU) di Asia Pasifik. Pada tahap awal, kerja sama mencakup mesin CFM56-5B dan CFM56-7B serta APU seri GTCP131-9, dengan jaminan alokasi kapasitas bagi FTAI selama lima tahun ke depan.
Selain itu, GMFI juga menjalin kerja sama dengan PT VELA Prima Nusantara, perusahaan manufaktur dan pengembang Advanced Air Mobility (AAM) asal Indonesia. Perseroan menandatangani MoU untuk mengeksplorasi pengembangan GMF sebagai MRO Approved Facility bagi Vela Alpha. Pesawat Advanced Air Mobility ini menggunakan teknologi electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dan hybrid Vertical Take-Off and Landing (hVTOL). Eksplorasi mencakup kesiapan fasilitas, kompetensi teknis, serta dukungan pengembangan dan sertifikasi.
Perseroan juga menggandeng AerOne Techniques Pte Ltd, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan dan distribusi komponen pesawat dan mesin, termasuk used serviceable material, repair management, serta Parts Manufacturer Approval (PMA), GMFI menjajaki peluang pengembangan PMA sebagai bagian dari eksplorasi pengembangan dan produksi komponen pesawat yang berpotensi memperluas pilihan parts bagi maskapai/operator sesuai kebutuhan pasar.
Sementara itu, bersama PDQ Aerospares, perusahaan penyedia produk aerospace consumables untuk industri MRO, GMFI memperkuat kerja sama perdagangan material pesawat. Kerja sama ini membuka peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan material sekaligus memperluas layanan dan jaringan bisnis aftermarket perseroan.
Selain memperluas kemitraan, GMFI juga mengukuhkan sejumlah proyek perawatan pesawat bersama pelanggan di kawasan Asia Pasifik, yang mencakup Thai VietJet untuk proyek perawatan Airbus A320, Cebu Pacific untuk proyek perawatan 43 pesawat Airbus A320 dan A330 periode 2027-2028, serta proyek perawatan pesawat ATR, AirZeta untuk proyek perawatan Boeing B747-400 pada 2027-2030, Air Navigator untuk proyek perawatan pesawat ATR untuk periode 2026-2027, Japan Airlines untuk penyediaan layanan Line Maintenance dan Ground Handling di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.
“Berbagai kerja sama dan proyek yang kami kukuhkan di MRO Asia-Pacific menunjukkan kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap kapabilitas GMF sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas,” ujar Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, Andi Fahrurrozi dalam keterangan resmi dikutip Senin (28/9/2026).
Momentum tersebut diperkuat melalui pertemuan GMFI dengan sejumlah maskapai dan pelaku industri, antara lain GE Aerospace, Aero Dili, Lufthansa Shenzhen, PNG Air, Lao Airlines, Jetstar, K-Mile, All Nippon Airways, Thai Airways, Trinity Airways, Sun PhuQuoc, dan Thai AirAsia Berhad. Pembahasan terfokus pada peluang kerja sama dan proyek baru di berbagai lini layanan, seperti Airframe, Engine, Component, Line Maintenance, Cabin Services, dan Engineering Services.
“Kami melihat Asia Pasifik sebagai pasar yang terus berkembang dan ingin memastikan GMF tumbuh bersama kebutuhan tersebut. Dengan pengalaman lebih dari 75 tahun di industri MRO dan rekam jejak melayani pelanggan di kawasan Asia Pasifik, kami memiliki fondasi yang kuat untuk terus mengembangkan kapabilitas dan memperluas kemitraan,” kata Andi.
(Rahmat Fiansyah)