Dalam proses pengeboran, SAKA berkolaborasi dengan konsorsium PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan PT ADES Drilling Indonesia menggunakan Jack-Up Rig Soehanah. Pengeboran SM-1 juga didukung teknologi Casing While Drilling (CWD), yang sebelumnya telah berhasil diterapkan pada pengeboran sumur SID-5 di WK Pangkah.
"Teknologi tersebut memungkinkan pengeboran dan pemasangan casing dilakukan dalam satu kali proses, sehingga mendukung efektivitas dan efisiensi operasi sekaligus aspek keselamatan dalam menghadapi karakteristik bawah permukaan," kata Fuji.
Berbagai persiapan teknis dan operasional telah dilakukan, mulai dari kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan, pengujian sistem, hingga kesiapan personel serta aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE). Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 kaki terukur (ftMD), dengan rencana well testing pada dua zona target.
Potensi WK Pekawai juga didukung karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan telah memiliki Plan of Development (POD). Sekitar 10–24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai. Kesinambungan struktur geologi dan keberadaan hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu menjadi salah satu aspek yang mendukung prospek eksplorasi di WK Pekawai.
"Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional," ujar Fuji.
(Rahmat Fiansyah)