sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Platform Infrastruktur AI Baru ISAT Dinilai Berpotensi Dongkrak Laba, Risiko Oversupply Mengintai

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
11/08/2026 10:24 WIB
Langkah PT Indosat Tbk (ISAT) masuk ke bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi katalis baru bagi kinerja perseroan.
Platform Infrastruktur AI Baru ISAT Dinilai Berpotensi Dongkrak Laba, Risiko Oversupply Mengintai. (Foto: IOH)
Platform Infrastruktur AI Baru ISAT Dinilai Berpotensi Dongkrak Laba, Risiko Oversupply Mengintai. (Foto: IOH)

Karena itu, belum jelas mengapa pelanggan AI dalam jumlah besar akan memilih kapasitas dari Indonesia, terutama ketika harga layanan neocloud domestik Indosat juga menunjukkan tren kenaikan.

Selain itu, investasi infrastruktur AI di Indonesia mulai meningkat signifikan.

Sejumlah perusahaan seperti Firmus dan CoreWeave juga telah mengumumkan investasi baru, sehingga risiko kelebihan kapasitas atau oversupply semakin perlu diperhatikan.

Skenario Bullish

Dalam skenario bullish, JPMorgan memperkirakan Zankore dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap laba Indosat.

Asumsinya, Zankore mampu menghasilkan pendapatan per MW yang setara dengan bisnis neocloud Indosat saat ini, memiliki margin EBITDA yang serupa, serta mampu memperoleh sekitar USD4 miliar utang dengan basis ekuitas sekitar USD1,6 miliar.

Dengan asumsi Indosat memiliki 15 persen kepemilikan di Zankore, JPMorgan memperkirakan proyek tersebut dapat memberikan akresi sekitar 20 persen terhadap EPS Indosat pada 2027.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement