Kepemilikan saham PRDA oleh Chandra Asri memang cukup mengejutkan karena perseroan memiliki bisnis yang tidak bersinggungan langsung dengan Prodia. Namun, Suryandi menilai, fokus perusahaan tetap pada bisnis inti (core business) yang ada.
"Kami tetap berfokus menjalankan strategi pertumbuhan jangka panjang dengan mengedepankan transparansi serta tata kelola perusahaan yang baik," katanya.
Selain itu, Suryani juga menilai, pembelian saham PRDA bersifat minoritas. Dengan demikian, perseroan tidak terlibat dalam kegiatan operasional, pengelolaan, maupun pengambilan keputusan bisnis Prodia.
Sebagai informasi, Prodia bukan satu-satunya emiten yang menjadi tempat Chandra Asri berinvestasi di luar grup. Sebelumnya ada PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) di mana perseroan tercatat memiliki saham sebesar 4,88 persen.
Namun, berbeda dengan Prodia, perseroan hingga saat ini belum mengungkapkan keterangan resmi terkait kepemilikan saham di SSIA. Di perusahaan properti itu, Prajogo bersaing dengan Djarum Group yang "bersaing" mengingat tidak adanya pemegang saham pengendali di SSIA.
(Rahmat Fiansyah)