Menurut Merrick, program tersebut telah berjalan dan melibatkan ribuan content creator. Melalui skema affiliate, content creator dapat memperoleh komisi ketika transaksi atas produk atau layanan yang dipromosikan berhasil dilakukan melalui tautan afiliasi.
Besaran komisi dapat mencapai 12 persen untuk produk tertentu, tergantung pada kategori dan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, cakupan produk dan layanan yang dapat ditawarkan affiliate juga semakin beragam, mulai dari hotel, tiket pesawat, vila dan apartemen, tiket destinasi wisata, pulsa dan paket data, hingga berbagai layanan pembayaran dan finansial.
Perluasan tersebut menjadi bagian dari strategi Blibli untuk membangun ekosistem affiliate yang lebih terintegrasi sekaligus membuka akses terhadap segmen dan potensi pasar yang lebih luas.
Merrick mengatakan ke depan Blibli terus memperluas kategori produk dan layanan yang dapat ditawarkan melalui program affiliate. “Ke depan, kami akan terus memperluas kategori produk dan layanan yang dapat ditawarkan melalui program affiliate, sekaligus memperluas jangkauan kepada segmen pelanggan dan peluang pasar yang lebih beragam,” tuturnya.
Menurutnya, salah satu tantangan dalam mengembangkan inovasi tersebut adalah memastikan proses inovasi dapat berjalan seiring dengan implementasi di lapangan. “Tantangan utamanya adalah menyelaraskan proses inovasi dengan implementasi. Kami perlu bergerak cepat dalam mengembangkan inovasi, sekaligus menyelaraskan berbagai prioritas agar implementasinya dapat berjalan efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi pengguna,” kata dia.