Pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan eskalasi sebelum pemilihan paruh waktu AS. Meskipun Trump sebelumnya mengatakan tidak akan menyerang Iran menjelang pemilu, Zernov menilai pelaku pasar tetap bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer baru.
Dari sisi teknikal, Zernov melihat WTI tengah menguji area resistance USD100,50-USD101 per barel. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, WTI berpeluang bergerak menuju resistance berikutnya di USD106-USD106,50 per barel.
Sementara itu, Brent juga menunjukkan momentum penguatan yang cukup kuat. Brent tengah menguji resistance USD109-USD109,50 per barel.
Jika mampu menembus USD109,50, harga minyak acuan global tersebut berpotensi melanjutkan kenaikan menuju USD114,50-USD115 per barel. (Aldo Fernando)