GoTo menargetkan EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp3,2-Rp3,4 triliun sepanjang 2026.
Menurut analis, realisasi kinerja dan target tersebut menjadi indikator bahwa perseroan terus membangun kinerja bisnisnya, meski harga saham masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek.
“Sulit mengatakan GoTo tidak memiliki nilai bisnis ketika operasinya menghasilkan pendapatan triliunan rupiah dan profitabilitasnya membaik. Pada harga Rp28, saham ini terlihat murah apabila kemajuan tersebut dapat dipertahankan,” imbuh dia.
Selain perbaikan kinerja operasional, GoTo juga telah memperoleh persetujuan untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun.
Aksi tersebut memberi perseroan ruang untuk membeli kembali saham sesuai ketentuan dan kondisi pasar.