Terkait harga minyak yang menembus level USD100 per barel, Purbaya mengatakan, Indonesia telah memiliki pengalaman dalam menangani lonjakan harga minyak.
"Kita cukup pintar menangani gejolak global. Jadi enggak usah takut, apalagi menterinya Purbaya." katanya.
Sebagai informasi, IHSG volatil hingga terjun ke bawah level psikologis 8.000 sejak dimulainya serangan AS-Israel kepada Iran pada 28 Februari 2026. Indeks bahkan sempat jatuh lebih dari 4 persen pada penutupan 4 Maret 2026.
Kemudian, indeks sempat beberapa kali rebound meski pergerakannya sulit diprediksi. Pada penutupan sore ini, IHSG yang berada di zona hijau pada awal sesi berakhir turun 0,37 persen ke level 7.362.
(Rahmat Fiansyah)