Selain status produksi, RATU juga mempertimbangkan rekam jejak operator dalam menentukan aset yang akan diakuisisi. Perseroan cenderung membidik aset yang dioperasikan oleh operator berpengalaman, meski tetap membuka peluang pengecualian apabila terdapat pertimbangan strategis.
Sumantri mengatakan model bisnis RATU saat ini adalah mengakuisisi dan mengelola aset yang telah ada. Karena itu, tim pengembangan bisnis terus membangun pipeline aset agar perseroan dapat bergerak ketika kondisi keuangan dan regulasi memungkinkan.
"Prioritas asetnya adalah aset-aset produksi. Jadi kita mungkin 2-3 tahun ke depan akan terus mencari aset produktif. Karena harapannya mengurangi risiko eksplorasi dan secepat mungkin menambah kapabilitas keuangan perusahaan," ujar dia.
Strategi ekspansi tersebut akan didukung oleh penguatan struktur permodalan. Sebelumnya, pemegang saham independen RATU telah menyetujui rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement hingga 10 persen saham. Aksi tersebut terutama ditujukan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung kebutuhan ekspansi, termasuk akuisisi aset-aset produktif.
"Kita akuisisi, kemudian memanage existing aset, sehingga teman-teman business development itu walaupun baru minggu lalu selesai saya melakukan akuisisi, mereka pasti melihat aset-aset baru karena kita ingin selalu punya list," kata dia.