AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

Rencana The Fed Naikkan Suku Bunga Buat IHSG Tertekan

MARKET NEWS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Kamis, 17 Juni 2021 10:28 WIB
Pada pembukaan perdagangan hari ini (17/6/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah. IHSG tertekan 0,65% berada di level 6.038.
Rencana The Fed Naikkan Suku Bunga Buat IHSG Tertekan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Pada pembukaan perdagangan hari ini (17/6/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah. IHSG tertekan 0,65% berada di level 6.038.

CEO PT Elkoranvidi Indonesia Investama, Fendi Susiyanto, mengatakan, rencana The Fed menaikkan suku bunga lebih cepat memberi dampak cukup negatif terhadap emerging market termasuk Indonesia.

“Semakin banyak beberapa pengambil kebijakan, sudah lebih dari tujuh barang kali ya, yang mengatakan bahwa ini nampaknya kenaikan suku bunga sudah mulai di-consider paling tidak untuk 2023,” katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (17/6/2021).

Dia menjelaskan, dengan adanya rencana tersebut menyebabkan harga-harga komiditi terutama emas mengalami penurunan. Kemudian, bursa-bursa global dan Asia pun akan sedikit terpengaruh dengan adanya perkembangan terbaru ini.

“Ini membuat harga-harga komiditi terutama harga emas mengalami kejatuhan. Kemudian, bursa Dow Jones juga sedikit terpengaruh. Lalu, kita lihat bursa-bursa di Eropa seperti Jerman dan kemungkinan besar di Asia juga sedikit terpengaruh karena perkembangan terbaru ini,” jelas Fendi.

Lanjutnya, kemungkinan besar para pelaku pasar akan melihat Dolar Amerika yang punya potensi menguat karena ada kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Hal tersebut cukup berpengaruh terhadap emerging market.

“Ini cukup membuat pengaruh yang negatif terhadap emerging market, termasuk di Indonesia juga,” tutup CEO PT Elkoranvidi Indonesia Investama tersebut. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD