Saat ini sisa dana hasil IPO tersebut ditempatkan sebagai giro pada dua bank berbeda yakni PT IBK Bank Indonesia senilai Rp42,23 miliar, dan Rp260,37 juta pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Sebagai informasi, RLCO resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025.
Harga saham perseroan dibuka di level Rp226 per saham, melesat 34,52 persen dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp168 per saham.
Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi Rp4,76 miliar, akan dialokasikan 56,33 persen sebagai modal kerja perseroan untuk pembelian bahan baku sarang burung walet. Sementara 43,67 persen akan disalurkan sebagai tambahan modal ke entitas anak, PT Realfood Winta Asia, untuk kebutuhan pembelian bahan baku.
(Dhera Arizona)