Pinjaman dari BCA tersebut berupa fasilitas kredit investasi untuk membeli tanah dan renovasi klinik JEC Tangerang, JEC Kedoya, JEC PIK, JEC Bandung, Klinik JEC Tambora, dan Klinik JEC Kendari. Adapun pinjaman dari HSBC digunakan perseroan sebelumnya untuk rekapitalisasi dividen dan tujuan umum korporasi.
Kemudian sebesar Rp185 miliar digunakan untuk setoran modal dan pinjaman kepada anak usaha. Rinciannya, Rp50 miliar dalam bentuk setoran modal untuk PT Nitra Sanata Bali (NBS) yang tujuannya membayar sewa lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan gaji karyawan.
Lalu, Rp100 miliar diberikan dalam bentuk pinjaman kepada Orbita untuk membayar utang BCA dalam rangka pembangunan RS JEC-Orbita Makassar. Kemudian, Rp35 miliar berupa pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera (JCS) yang dipakai membayar utang kepada BCA untuk membiayai refinancing dan konstruksi RS JEC Semarang.
Kemudian sisanya akan dipakai untuk modal kerja, termasuk untuk biaya operasional sehari-hari antara lain biaya gaji dan tunjangan karyawan yang akan digunakan secara bertahap sampai 31 Desember 2027.
Dengan demikian, porsi dana IPO sekitar 20 persen untuk melunasi utang induk, lalu 27 persen untuk biaya operasional dan melunasi utang anak usaha, serta 52 persen sisanya untuk modal kerja.
(Rahmat Fiansyah)