“Dan pemerintah AS dapat meningkatkan pembelian tersebut lebih lanjut dan berpendapat bahwa tingkat imbal hasil saat ini tidak mencerminkan fundamental ekonomi yang sebenarnya,” ujar Ibrahim, Jumat (21/8/2026).
Di sisi lain, penurunan klaim tunjangan pengangguran mingguan menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil, meski sempat terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja pada Juli. Hal ini membuat Bank Sentral AS (The Fed) tetap mencermati stabilitas inflasi di tengah perdebatan pasar terkait arah suku bunga acuan.
Dari dalam negeri, pergerakan mata uang domestik dibayangi oleh pelebaran defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 yang dirilis Bank Indonesia sebesar USD12,5 miliar atau 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar USD3,6 miliar (1,0 persen dari PDB).
“Surplus neraca perdagangan nonmigas juga tercatat lebih rendah dipengaruhi oleh peningkatan impor nonmigas untuk kebutuhan kegiatan ekonomi dalam negeri yang masih tinggi,” jelasnya.
Ibrahim menambahkan, kenaikan defisit neraca perdagangan migas akibat tingginya impor dan harga minyak dunia, ditambah risiko inflasi pangan imbas kekeringan El Nino, menjadi kewaspadaan tambahan bagi pelaku pasar.