Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah mulai terlihat sejak perdagangan siang, dipicu meningkatnya ketidakpastian global.
Menurutnya, pasar domestik yang akan memasuki libur nasional membuat rupiah berpotensi semakin rentan, mengingat aktivitas perdagangan global tetap berlangsung.
“Kalau saya lihat Timur Tengah kembali bergolak dan minyak naik membuat rupiah melemah siang ini. Besok walaupun libur, pasar global tetap buka dan ketahanan rupiah bisa jebol di Rp17.850. Bahkan Jumat berpotensi menuju Rp18.000 sesuai prediksi,” ujar Ibrahim, Selasa (26/5/2026).
Dia menambahkan, rupiah masih dibayangi tekanan berat dan berisiko menembus level psikologis baru dalam beberapa hari ke depan.
Kembalinya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia disebut menjadi faktor utama yang menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.