Selain didukung faktor teknikal, prospek fundamental DEWA juga membaik setelah perseroan memperoleh kontrak jasa pertambangan pertama di luar Grup BUMI.
Langkah tersebut dinilai menjadi katalis positif karena berpotensi mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap pelanggan utamanya.
Analis Bahana Sekuritas Jeremy Mikael dalam riset awal Juli menyebut DEWA ditunjuk sebagai kontraktor utama di tambang batu bara Sebuku Sejaka Coal di Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Kontrak tersebut berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang hingga masa berlaku konsesi berakhir.
Proyek dengan kapasitas produksi hingga 5 juta ton batu bara per tahun itu diperkirakan memiliki nilai kontrak sekitar Rp22 triliun.
Meski memangkas target harga DEWA menjadi Rp600 per saham dari sebelumnya Rp850 per saham untuk mencerminkan premi risiko yang lebih tinggi, Bahana Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli.