Dengan asumsi nilai buku per saham tetap dan harga Rp30 mencerminkan PBV satu kali, PBV dua kali akan mengimplikasikan harga sekitar Rp60.
Perhitungan tersebut menggunakan rata-rata PBV perusahaan teknologi lokal sebesar empat kali sebagai pembanding.
Dengan demikian, asumsi PBV dua kali masih mencerminkan diskon 50 persen terhadap rata-rata tersebut.
“Kalau GoTo dihargai dua kali PBV saja, harga sahamnya secara perhitungan bisa mencapai Rp60. Itu pun masih menggunakan diskon 50 persen dari asumsi rata-rata PBV perusahaan teknologi lokal sebesar empat kali. Jadi, valuasi saat ini memberikan ruang penguatan, meskipun realisasinya tetap bergantung pada kinerja perusahaan dan kondisi pasar,” imbuh Leo.
GoTo mencatat laba bersih Rp171 miliar pada kuartal I-2026 dan Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Dengan demikian, laba bersih semester I-2026 mencapai Rp423 miliar. Laba bersih kuartal II juga meningkat sekitar 47 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.