“Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” ujarnya.
Tekanan jual GOTO terjadi setelah BEI mulai menghapus batas bawah harga saham Rp50 menjadi Rp1 pada Senin (28/9). Kebijakan tersebut membuat saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 dapat kembali bergerak mengikuti mekanisme pasar.
Saham GOTO menjadi salah satu emiten yang paling terdampak karena sebelumnya tertahan di level Rp50 selama berbulan-bulan.
Sejumlah transaksi GOTO di pasar negosiasi sebelum aturan baru berlaku juga telah terjadi jauh di bawah Rp50, termasuk transaksi pembelian Morgan Stanley pada kisaran Rp27-Rp28 per saham.
BEI menetapkan batas ARB 15 persen untuk saham dengan harga di atas Rp10 pada tahap pertama penerapan mekanisme baru, yang berlaku mulai 28 September hingga 31 Desember 2026.