IDXChannel – Saham-saham sektor kesehatan melonjak pada perdagangan Senin (7/9/2026), di tengah spekulasi investor terkait meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi penyebaran abu vulkanik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.31 WIB, saham produsen masker kesehatan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) melonjak 29,17 persen ke Rp93 per unit. Nilai transaksinya mencapai Rp49,78 miliar.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang melambung 24,90 persen ke Rp1.505 per unit. Kemudian PT Haloni Jane Tbk (HALO) naik 21,74 persen dan PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) menguat 20,61 persen.
Sejumlah saham kesehatan lainnya turut mencatat penguatan signifikan. DKHH naik 17,65 persen, KAEF menguat 15,91 persen, OBAT naik 14,78 persen, IRRA tumbuh 10,16 persen, PEHA naik 9,74 persen, dan OMED menguat 7,26 persen.
Selanjutnya, CHEK naik 6,72 persen, PYFA menguat 6,52 persen, SILO naik 5,14 persen, SAME tumbuh 4,52 persen, BMHS menguat 3,59 persen, sedangkan KLBF naik 3,23 persen. Sejumlah saham kesehatan lainnya juga bergerak di zona hijau.
Penguatan tersebut membuat indeks sektoral kesehatan IDXHEALTH memimpin kenaikan sektoral, yakni sebesar 2,78 persen.
Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, Senin (7/9/2026), menguatnya sektor kesehatan tidak terlepas dari sentimen erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik.
Paparan abu vulkanik berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong kebutuhan terhadap masker, obat-obatan terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta berbagai produk kesehatan lainnya.
"Sentimen tersebut berpotensi menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten healthcare, khususnya perusahaan dengan eksposur pada produk masker, obat pernapasan, dan produk kesehatan terkait," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Beberapa emiten yang dinilai berpotensi mendapat sentimen tersebut antara lain MEDS, MMIX, OMED, IRRA, KLBF, KAEF, INAF, PYFA, TSPC, SIDO, DVLA.
Kemudian, saham SOHO, MERK, PEHA, PRDA, SAME, SILO, HEAL, MIKA, dan BMHS.
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menilai katalis tersebut cenderung bersifat jangka pendek. Perkembangan erupsi serta luas sebaran abu vulkanik menjadi faktor utama yang perlu dicermati investor.
"Konfirmasi volume dan keberlanjutan momentum tetap diperlukan untuk melihat potensi lanjutan penguatan sektor," tulis BRI Danareksa Sekuritas. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.