BTPS diperdagangkan pada PER proyeksi 2026 sebesar 5 kali dan PBV 0,6 kali, dengan ROE 13,2 persen serta dividend yield 12 persen. Selain itu, rasio leverage sebesar 2,3 kali merupakan yang terendah dalam cakupan riset tersebut, dibandingkan dengan 5,8-14,6 kali pada bank-bank lain. Kondisi ini dinilai dapat membatasi dampak kenaikan biaya kredit terhadap profitabilitas perseroan.
Faktor lain yang mendukung BTPS adalah persetujuan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp1 triliun. Nilai tersebut dinilai cukup signifikan apabila seluruhnya direalisasikan. Meski demikian, risiko tetap perlu dicermati, terutama jika terjadi penurunan kualitas aset yang signifikan, serta kenaikan suku bunga acuan dan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
(Rahmat Fiansyah)