IDXChannel—Saham SKB bergerak di bidang apa? Saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) ditutup menguat 24,56 persen di harga Rp1.065 per unit pada perdagangan sesi pertama Senin, 23 Februari 2026.
SKBM juga masuk dalam deretan top gainer harian. Dalam satu bulan terakhir, saham ini telah mencatatkan pertumbuhan sebesar 83,62 persen.
Sekar Bumi tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia sebagai emiten sektor barang konsumen primer dengan kegiatan usaha utama di bidang manufaktur dan penyalur makanan olahan beku.
Melansir laman resmi perseroan (23/2/2026), perusahaan ini memulai bisnisnya pada 1973 dan merupakan salah satu pelopor pengolahan udang beku di Indonesia. SKBM menghasilkan empat segmen produk.
Yakni hidangan laut, hidangan konsumen, pakan, dan akuakultur. Pada segmen hidangan laut, perseroan menyediakan udang mentah, udang siap makan, dan produk olahan udang (value-added product).
Pada segmen hidangan konsumen, perseroan menyediakan produk-produk bernilai tambah. Antara lain makanan olahan beku, bumbu-bumbuan, dan makanan ringan. Pada segmen pakan, perseroan memproduksi pakan untuk ikan dan udang.
Sementara pada segmen akuakultur, perseroan mengelola budidaya udang tambak di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Udang yang dihasilkan dipasarkan secara domestik, sebagian lagi untuk diekspor.
Untuk produk bernilai tambah, SKBM menghasilkan udang bernilai tambah, ikan, cumi-cumi, serta produk hasil laut lainnya. Produk-produk makanan olahan perseroan termasuk di antaranya beragam varian produk dim sum, bakso ikan, udang tempura, dan sosis.
Merek produk SKBM yang populer di kalangan konsumen domestik adalah Finna, Bumi Food, SKB, Mitraku, dan Freshmar. Sebagian lini produk milik SKBM diekspor ke pasar Amerika, Oseania, dan Eropa.
Beberapa negara tujuan ekspor SKBM adalah Amerika Serikat, Jepang, China, Korea Selatan, Filipina, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Singapura, UEA, Australia, Selandia Baru, Inggris, Prancis, Denmark, Belanda, Belgia, Italia, Spanyol, Jerman, dan Norwegia.
Saat ini SKBM memiliki kapasitas produksi hingga 45.000 ton per tahun dan menghasilkan lebih dari 80 jenis produk dan kini memiliki lebih dari 4.000 outlet mitra. Untuk menjalankan bisnisnya, SKBM didukung oleh enam anak usaha yang aktif beroperasi.
Sekar Bumi juga terafiliasi dengan produsen makanan olahan udang Finna dan bumbu-bumbuan, PT Sekar Laut Tbk (SKLT), serta dengan perusahaan tambang nikel PT Ifishdeco Tbk (IFSH).
Lalu siapa pemilik saham SKBM saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Sekar Bumi Tbk.
Saham SKBM Bergerak di Bidang Apa? Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, hingga akhir Januari 2026, pengendali saham SKBM adalah Howard Ken Lukminto dan Finna Huang.
Keduanya tercatat memiliki 66.371 dan 4,80 juta saham di perseroan. Berikut ini adalah pemegang saham mayoritas lainnya di SKBM:
TAEL Two Partners Ltd 554 juta saham/32,06 persen
PT Multi Karya Sejati 169 juta saham/9,82 persen
Bank Negara Indonesia 105 juta saham/6,12 persen
Green Resources 338 juta saham/19,58 persen
FJ Capital Pte Ltd 93 juta saham/5,43 persen
Masyarakat non-warkat 349 juta saham/20,19 persen
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham SKBM, atau pemilik perusahaan, adalah Howard Ken Lukminto dan Finna Huang. Saat ini keduanya menjabat sebagai wakil presiden direktur dan presiden komisaris di perseroan.
Sekar Bumi secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 1993 dengan melepas 7,5 juta saham, setara 19,48 persen dari total saham yang terdaftar.
Pada perdagangan sesi kedua (23/2/2026), SKBM diperdagangkan di kisaran Rp1.065 per unit, naik 24,56 persen.
Itulah informasi singkat tentang saham SKBM bergerak di bidang apa.
(Nadya Kurnia)