IDXChannel – Saham produsen susu cair PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) anjlok pada Senin (4/5/2026) seiring perdagangan ex dividen.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 10.22 WIB, saham ULTJ ambles hampir 8 persen, tepatnya 7,99 persen ke level Rp1.555 per unit. Nilai transaksi tercatat Rp5,04 miliar dengan volume mencapai 3,25 juta saham.
Penurunan tajam ini hampir setara dengan imbal hasil dividen (dividend yield) saat cum date pada Kamis (30/4) lalu yang berada di kisaran 7,69 persen.
Fenomena ini lazim terjadi pada saham yang memasuki fase ex dividen, di mana harga cenderung terkoreksi seiring penyesuaian terhadap nilai dividen yang dibagikan.
Dalam kamus pasar saham, kondisi ini kerap disebut sebagai dividend trap, yakni situasi ketika investor jangka pendek yang membeli saham demi mengejar dividen justru berisiko mengalami kerugian.
Pasalnya, penurunan harga saham saat ex dividen dapat menghapus keuntungan dari dividen yang diterima.
Sebelumnya, ULTJ memutuskan membagikan dividen tunai jumbo untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 April 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan menetapkan total dividen sebesar Rp1,35 triliun. Nilai tersebut setara dengan dividen Rp130 per saham yang akan diterima para pemegang saham.
Jumlah dividen yang dibagikan hampir sejalan dengan capaian laba bersih perseroan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar Rp1,35 triliun.
Dengan demikian, rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) ULTJ terbilang tinggi.
Jadwal pembagian dividen telah ditetapkan. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 30 April 2026, sementara ex dividen pada hari ini, 4 Mei 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen berlangsung pada 5 Mei 2026 dan ex dividen pada 6 Mei 2026.
Sementara itu, tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen (recording date) ditetapkan pada 5 Mei 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan dilakukan paling lambat pada 22 Mei 2026.
Dari sisi fundamental, ULTJ masih ditopang oleh saldo laba ditahan yang kuat sebesar Rp7,53 triliun dan total ekuitas mencapai Rp8,31 triliun per akhir 2025. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.