IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Langkah tersebut dilakukan meski saat ini harga pupuk dunia melonjak lebih dari 40 persen akibat gangguan pasokan global.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan tersebut merupakan kemampuan Prabowo dalam membaca situasi dunia terhadap potensi krisis pupuk global yang mulai menekan banyak negara.
“Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca bahwa dunia sedang menuju periode yang tidak stabil. Beliau memerintahkan kami untuk tidak menunggu krisis datang, tapi menjemputnya dengan kebijakan,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Sejak Februari 2026, konflik di Timur Tengah menutup Selat Hormuz, jalur sepertiga perdagangan pupuk global, sementara China menghentikan ekspor pupuk nitrogen utama. Dampaknya, harga urea dunia melonjak lebih dari 40 persen dalam hitungan minggu, dan negara-negara Asia Tenggara yang bergantung pada impor pupuk menghadapi ancaman krisis produksi pangan.
Kebijakan penurunan 20 persen harga pupuk bersubsidi mencakup seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK dan ZA.