Merdeka Gold baru saja melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada September 2025. Meski begitu, harga sahamnya melesat lebih dari 200 persen ke level Rp9.000 sejak IPO.
Kinerja yang belum maksimal tersebut disebabkan Merdeka Gold masih dalam tahap awal untuk memproduksi emas di area konsesi Tambang Emas Pani, Kabupaten Gorontalo. Tambang ini baru berproduksi pada awal 2026 dengan target produksi 100-155 ribu ounce emas tahun ini. Tambang tersebut ditargetkan bisa mencapai puncak produksi di kisaran 500 ribu ounce emas per tahun.
(Rahmat Fiansyah)