Total nilai transaksi tersebut mencapai Rp1 triliun atau setara dengan AUD79 juta.
Langkah ekspansi tersebut berlangsung di tengah rumor pasar yang mengaitkan BUMI dengan rencana akuisisi PT Kideco Jaya Agung, perusahaan tambang batu bara milik PT Indika Energy Tbk (INDY).
Terkait rumor tersebut, BUMI sebelumnya menyatakan tidak dapat memberikan komentar atas rumor pasar, spekulasi, maupun transaksi yang masih bersifat hipotesis.
Perseroan menegaskan akan menyampaikan keterbukaan informasi apabila terdapat fakta material yang perlu diumumkan kepada publik.
Dari sisi valuasi, Samuel Sekuritas dalam riset 12 Oktober 2026 menetapkan target harga BUMI di level Rp300 per saham.