sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

SMLE Fokus Genjot Produk Bernilai Tambah, Empat Divisi Jadi Andalan

Market news editor Rohman Wibowo
11/09/2026 14:20 WIB
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) mulai menggeser mesin pertumbuhan bisnis dari sekadar distribusi bahan baku menuju produk dan solusi bernilai tambah.
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menggeser mesin bisnis dari distributor bahan baku menjadi produk bernilai tambah. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menggeser mesin bisnis dari distributor bahan baku menjadi produk bernilai tambah. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

"Kami mengembangkan portofolio dengan mengikuti tren inovasi global, seperti quality and precision dari Jepang, tren inovatif dari Korea, keunggulan nilai kompetitif dari China, hingga aspek science and sustainability dari Eropa," kata Siu Min.

Ekspansi juga diarahkan ke kimia industri dengan memperluas penjualan bahan baku aditif, modifier, UV absorber, light stabilizer, performance mineral, serta specialty fluid and emulsion. Perseroan turut menjalin kerja sama baru terkait pasokan resin dan pigmen untuk industri cat, pengolahan plastik dan pipa PVC, kemasan, komposit, hingga formulasi adhesive dan sealant.

Sementara itu, divisi wewangian disiapkan sebagai sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan pasar ritel dan industri. SMLE mengembangkan bisnis B2C sekaligus B2B, termasuk untuk kebutuhan laundry dan fine fragrance, dengan memperluas sumber pasokan dari China ke produsen asal Prancis.

"Divisi fragrance kami menjangkau kategori ritel maupun B2B seperti bisnis laundry dan fine fragrance. Jika sebelumnya kami memulai bisnis ini melalui kerja sama produk dari China, saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan produsen asal Prancis guna mengembangkan produk dengan brand kami sendiri bernama GK Fragrance," kata Siu.

Dengan empat divisi tersebut, SMLE tidak hanya mengejar pertumbuhan volume distribusi, tetapi memperbesar porsi bisnis dari produk yang memiliki diferensiasi dan nilai tambah. Diversifikasi ini menjadi bagian dari upaya perseroan membangun lebih banyak sumber pertumbuhan hingga 2027.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement