"Kami mengembangkan portofolio dengan mengikuti tren inovasi global, seperti quality and precision dari Jepang, tren inovatif dari Korea, keunggulan nilai kompetitif dari China, hingga aspek science and sustainability dari Eropa," kata Siu Min.
Ekspansi juga diarahkan ke kimia industri dengan memperluas penjualan bahan baku aditif, modifier, UV absorber, light stabilizer, performance mineral, serta specialty fluid and emulsion. Perseroan turut menjalin kerja sama baru terkait pasokan resin dan pigmen untuk industri cat, pengolahan plastik dan pipa PVC, kemasan, komposit, hingga formulasi adhesive dan sealant.
Sementara itu, divisi wewangian disiapkan sebagai sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan pasar ritel dan industri. SMLE mengembangkan bisnis B2C sekaligus B2B, termasuk untuk kebutuhan laundry dan fine fragrance, dengan memperluas sumber pasokan dari China ke produsen asal Prancis.
"Divisi fragrance kami menjangkau kategori ritel maupun B2B seperti bisnis laundry dan fine fragrance. Jika sebelumnya kami memulai bisnis ini melalui kerja sama produk dari China, saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan produsen asal Prancis guna mengembangkan produk dengan brand kami sendiri bernama GK Fragrance," kata Siu.
Dengan empat divisi tersebut, SMLE tidak hanya mengejar pertumbuhan volume distribusi, tetapi memperbesar porsi bisnis dari produk yang memiliki diferensiasi dan nilai tambah. Diversifikasi ini menjadi bagian dari upaya perseroan membangun lebih banyak sumber pertumbuhan hingga 2027.
(Rahmat Fiansyah)