sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sudah Punya Bisnis Baja dan Udang, Remitra (MKNT) Bidik Sektor Energi Terbarukan 

Market news editor Yanto Kusdiantono
08/10/2026 15:24 WIB
Remitra Global (MKNT) tengah mengkaji segmen bisnis baru di sektor energi terbarukan melalui pengembangan PLTA, PLTS, PLTPP, hingga PSEL.
Sudah Punya Bisnis Baja dan Udang, Remitra (MKNT) Bidik Sektor Energi Terbarukan. (Foto: Dok. Remitra Global)
Sudah Punya Bisnis Baja dan Udang, Remitra (MKNT) Bidik Sektor Energi Terbarukan. (Foto: Dok. Remitra Global)

IDXChannel - PT Remitra Global International Tbk atau RGI tengah mengkaji segmen bisnis baru di sektor energi terbarukan melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB), hingga pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). 

Emiten berkode MKNT menyatakan, rencana ekspansi tersebut saat ini masih dalam tahap pengamatan dan kajian, serta belum terdapat kepastian bahwa kajian ini akan berujung pada investasi, termasuk mengenai waktu dan hasilnya.

“Saat ini kami sedang mengkaji sektor energi terbarukan, dan belum ada keputusan investasi. Kami memahami bahwa melangkah ke bidang baru adalah keputusan besar bagi pemegang saham,” ujar Direktur Utama Remitra Global International Santoso Widjojo dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Pada kesempatan tersebut, manajemen MKNT menjelaskan bahwa fokus perseroan saat ini adalah menata struktur grup yang memiliki bisnis manufaktur baja dan budidaya udang. Sedangkan terkait rencana perluasan kegiatan usaha dari salah satu anak usahanya, akan dilakukan pada Oktober 2026. Untuk selanjutnya, MKNT juga menyelenggarakan RUPSLB penyesuaian kegiatan usaha pada November-Desember 2026. 

Pada public expose terkini yang baru dilaksanakan, MKNT juga menyampaikan kondisi grup dan rencana Perseroan setelah pelaksanaan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Pada kesempatan itu, MKNT memaparkan pendapatan tahun buku 2025 yang mencapai lebih dari Rp900 miliar dan total aset sekitar Rp1.300 miliar, dengan lebih dari 600 karyawan di seluruh grup.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement