IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan Rp1 triliun pada periode 19 Oktober hingga 31 Desember 2026.
Perseroan menargetkan pembelian hingga 800 juta saham atau setara 0,92 persen dari total saham yang telah diterbitkan.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Senin (19/10/2026) TPIA menetapkan rentang harga buyback sebesar Rp1.250 hingga Rp3.000 per saham.
Jumlah saham yang dibeli kembali akan tetap memperhatikan ketentuan batas minimum saham beredar di publik (free float) sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dana buyback akan bersumber dari kas internal perseroan dan digunakan secara bertahap selama periode pelaksanaan. Anggaran tersebut juga mencakup biaya transaksi, komisi broker, serta biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham.
Perseroan menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas untuk melaksanakan buyback melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen Chandra Asri menyatakan, aksi korporasi tersebut tidak akan menurunkan pendapatan perseroan maupun menimbulkan dampak signifikan terhadap pembiayaan. Perseroan juga meyakini memiliki arus kas yang cukup untuk mendanai buyback tanpa mengganggu kegiatan usaha.
Rencana buyback TPIA menambah daftar emiten Grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu yang mengumumkan aksi serupa. Sebelumnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan total dana maksimal Rp2,5 triliun.
BRPT dan BREN masing-masing menyiapkan dana hingga Rp1 triliun, sedangkan CUAN mengalokasikan maksimal Rp500 miliar. Ketiganya menetapkan periode buyback yang sama, yakni 19 Oktober hingga 31 Desember 2026, dengan sumber pendanaan dari kas internal.
Jika seluruh rencana tersebut direalisasikan sesuai nilai maksimal yang diumumkan, total anggaran buyback keempat emiten Grup Barito mencapai Rp3,5 triliun.
(DESI ANGRIANI)