Skema tersebut memungkinkan PT Timah mengatur kebutuhan pendanaan sesuai jadwal arus kas dan kewajiban penempatan devisa ekspor. Dengan demikian, perseroan dapat menjaga ketersediaan dana untuk kebutuhan operasional tanpa harus mengandalkan kas internal sepenuhnya.
Selain menjaga likuiditas, fasilitas kredit tersebut diharapkan membantu perseroan mengoptimalkan biaya pendanaan serta mendukung kelancaran kegiatan operasional tambang dan fasilitas pengolahan, termasuk fasilitas peleburan TSL Ausmelt dan logistik pengapalan ekspor.
Perseroan juga menyebut fasilitas tersebut diberikan tanpa agunan aset khusus. Menurut Fina, skema pembiayaan tersebut mencerminkan kepercayaan perbankan terhadap kelayakan kredit dan tata kelola perusahaan.
(Rahmat Fiansyah)