sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tokyu Construction Siap Caplok 25 Persen Saham Nusa Konstruksi (DGIK)

Market news editor Rahmat Fiansyah
04/11/2026 13:28 WIB
Tokyu Construction Co., Ltd, berencana menjadi pemegang saham signifikan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK).
Tokyu Construction Co., Ltd, berencana menjadi pemegang saham signifikan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK). (Foto: Ist)
Tokyu Construction Co., Ltd, berencana menjadi pemegang saham signifikan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK). (Foto: Ist)

IDXChannel - Tokyu Construction Co., Ltd, berencana menjadi pemegang saham signifikan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK). Perusahaan konstruksi asal Jepang itu ingin menguasai 25 persen saham perusahaan konstruksi lokal tersebut.

Kesepakatan strategis tersebut dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) antara PT Global Dinamika Kencana (GDK) dengan Tokyu Construction. Perseroan telah menerima surat pemberitahuan tersebut pada 4 November 2026.

"Hal itu sehubungan dengan rencana transaksi pengalihan saham perseroan yang dimiliki GDK kepada Tokyu Construction," kata Kepala Biro Corporate Secretary PT Nusa Konstruksi Enjiniring, Almanda S. Pohan, Rabu (4/11/2026).

Almanda menjelaskan bahwa CSPA tersebut merupakan bagian dari proses transaksi antara GDK dan Tokyu Construction. Adapun realisasi pengalihan saham, tanggal efektif transaksi, serta perubahan komposisi pemegang saham perseroan akan mengikuti ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan dalam CSPA sekaligus tetap memenuhi aturan negara yang berlaku.

"Perseroan akan memantau perkembangan transaksi tersebut dan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku," ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini PT Global Dinamika Kencana (DGK) yang dimiliki pengusaha Jahja Tjahjana mengendalikan DGIK dengan porsi 52,3 persen saham. Jahja mengambil alih DGIK pada 2021 dengan mengakuisisi 51,85 persen saham.

Jahja membeli saham DGIK dari pemegang saham lama yakni Saham tersebut diambil alih dari 4 pemegang saham lama DGIK, yaitu PT Lintas Kebayoran Kota (34,12 persen), PT Rezeki Segitiga Emas (9,32 persen), PT Lokasindo Aditama (7,60 persen), dan PT Multidaya Hutama Indokarunia (0,81 persen). Harga kesepakatan untuk saham tersebut mencapai Rp229,85 miliar dengan harga rata-rata Rp80 per saham.

Sementara itu, Tokyu Construction yang berbasis di Tokyo adalah bagian dari konglomerasi besar Tokyu Group. Di Indonesia, Tokyu Construction telah beroperasi melalui entitas anak, PT Tokyu Construction Indonesia yang juga terlibat dalam pengerjaan proyek MRT Jakarta.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement