4. Setor dana awal
Transfer sejumlah uang ke RDN. Untuk pemula, tidak perlu langsung deposit besar. Mulai saja dari Rp100.000 atau bahkan Rp50.000 untuk belajar. Yang penting mulai dulu, besaran nominal menyusul seiring waktu.
5. Mulai riset dan beli saham pertama
Setelah dana masuk, saatnya memilih saham. Jangan asal pilih. Pelajari profil perusahaan, lihat kinerja keuangannya, baca berita terkait, dan pahami prospek bisnisnya. Untuk pemula, disarankan memulai dari perusahaan besar dan mapan (blue chip) yang lebih stabil.
6. Pantau dan evaluasi
Jangan beli lalu lupa. Pantau perkembangan investasi kamu secara rutin. Tapi hindari juga cek harga setiap menit karena bisa bikin stres. Evaluasi portofolio secara berkala, misalnya sebulan sekali atau tiap tiga bulan.
Memahami dasar-dasar investasi saham untuk pemula adalah langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan. Mulai dari mengerti definisi saham, cara kerjanya, keuntungan seperti capital gain dan dividen, hingga risikonya, semua fondasi ini akan membantumu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.
Ingat, investasi saham bukan skema cepat kaya. Ini adalah perjalanan jangka panjang yang butuh kesabaran, konsistensi, dan terus belajar. Jangan takut memulai dari modal kecil, yang terpenting adalah memulai dan konsisten melakukannya.
Sudah siap mengambil langkah pertama?
Pilih sekuritas terpercaya, buka rekeningnya, dan mulai investasi saham dari sekarang. Jangan lupa terus perbarui pengetahuanmu dengan belajar investasi saham untuk pemula secara rutin. Masa depan finansial yang lebih cerah ada di tangan kamu sendiri!
(Shifa Nurhaliza Putri)