Di tengah dinamika pada segmen retail, pertumbuhan agresif dari segmen seragam dan manufaktur mampu menopang kinerja Perseroan. Kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi bisnis dari hulu ke hilir, yang mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar retail.
"Kami sangat optimistis terhadap keberlanjutan kinerja positif BELL ke depan. Inovasi berkelanjutan menjadi salah satu strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil," kata Direktur Utama PT Trisula Textile Industries Tbk, Karsongno Wongso Djaja dalam keterangan resmi, Rabu (5/8/2026).
Selain didorong oleh kinerja lini bisnis utama, kinerja solid periode ini juga didukung oleh efektivitas strategi operasional yang berhasil dijalankan perseroan. Laba operasional mencapai Rp22,4 miliar atau tumbuh 20,3 persen, mencerminkan efisiensi yang terus ditingkatkan di tengah dinamika industri tekstil.
Salah satu strategi efektivitas yang terus dijalankan BELL adalah melalui peremajaan mesin secara aktif. Perseroan menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp21 miliar pada tahun ini, dengan Rp16 miliar di antaranya dialokasikan untuk peningkatan permesinan pada segmen manufaktur. Sisa alokasi capex dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan riset dan pengembangan (R&D) melalui Trisula Innovation Center (TIC).
Melalui TIC, BELL tidak hanya memperluas inovasi produk, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan pelanggan dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan spesifik serta dinamika pasar. Kehadiran TIC juga mendorong terbentuknya segmen pasar baru, sehingga perseroan dapat menjangkau peluang yang lebih terarah sekaligus mengembangkan kerja sama yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan penjualan.