Peningkatan produksi tersebut mencerminkan perbaikan kinerja operasional setelah rampungnya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3, sekaligus menjaga keandalan operasi di tengah dinamika pasar nikel global.
Selain bisnis nikel matte, PT Vale juga mencatat pertumbuhan signifikan pada penjualan bijih nikel melalui tiga hub pertambangan, yakni Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa.
Blok Bahodopi mencatat penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,96 juta wet metric ton (wmt) sepanjang semester I-2026. Sementara itu, Blok Pomalaa membukukan penjualan bijih nikel sebesar 1,35 juta wmt pada periode yang sama.
(Rahmat Fiansyah)